9. Bekerja Paruh Waktu (Arubaito) di Jepang

Bekerja paruh waktu sudah menjadi budaya bagi siswa di Jepang untuk mengisi waktu luang dan menambah uang jajan. Umumnya, mendapatkan kerja paruh waktu dengan kemampuan bahasa Jepang yang minimum tidaklah begitu sulit di Jepang. Bekerja paruh waktu juga bisa menjadi medium untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Jepang. Berikut panduan mengenai mendapatkan pekerjaan paruh waktu di Jepang. 

1. Mendapatkan Izin Bekerja ( ; Shi-kaku-gai katsu dō moto-ka)

Untuk bekerja paruh waktu, kita diharuskan untuk mendapatkan izin bekerja dari pihak imigrasi. Izin bekerja bisa didapatkan dengan 2 cara. Pertama, mengisi formulir yang ada di link ini. Kemudian, saat mendarat di beberapa bandara seperti Haneda dan Narita, tepatnya pada saat proses imigrasi, kamu bisa menunjukkan formulir tersebut kepada petugas. Izin akan sekaligus diberikan saat pembuatan zairyuu card (在留カード, kartu penduduk khusus warga asing). Izin akan terterta di bagian belakang zairyuu card seperti foto yang ada di bawah ini (lingkaran merah).

Cara kedua adalah dengan mengunjungi kantor imigrasi terdekat dan menunjukkan formulir di atas ke pada petugas. Lokasi kantor imigrasi terdekat, untuk di Sendai bisa dilihat dari link ini. (http://www.immi-moj.go.jp/english/soshiki/kikou/sendai.html). Jangan lupa untuk membawa zairyuu card dan kartu pelajar. Untuk siswa, kita hanya diperbolehkan bekerja paruh waktu tidak lebih dari 28 jam per pekan.

2. Mencari Pekerjaan Paruh Waktu

Ada banyak cara untuk mencari lowongan pekerjaan. Yang paling mudah adalah dengan mengunjungi website yang menyediakan daftar lowongan pekerjaan seperti web di bawah ini.

Atau bisa juga membeli majalah lowongan pekerjaan yang tersedia di convenient store. Selain itu, bisa juga mengamati  convenient store ataupun restaurant sekitar; apabila terdapat poster dengan kanji 募集中(boshuuchuu), artinya tempat tersebut sedang mebutuhkan karyawan, seperti yang ada di foto di bawah ini.

Dokumen yang perlu dipersiapkan ketika melamar pekerjaan paruh waktu adalah sebagai berikut.

  • Zairyuu card dengan cap izin bekerja
  • Kartu pelajar (tidak selalu, tetapi biasanya diminta apabila pelajar)
  • Resume (履歴書; rirekisho)

Untuk resume, Jepang memiliki format tersendiri. Dokumen tersebut bisa dibeli di convenient store dan kita hanya perlu mengisi. Contoh resume di Jepang bisa dilihat pada gambar berikut.

Setelah menyerahkan resume kepada contact person yang menyediakn pekerjaan, biasanya akan ada wawancara (面接; mensetsu). Anda akan ditanyai beberapa hal terkait diri Anda dan pekerjaan yang Anda lamar. Untuk beberapa pekerjaan, kemampuan bahasa Jepang level percakapan sehari-hari dibutuhkan. Sebagai masukan, setidaknya kita harus sudah mengerti bahasa Jepang level survival sebelum mendaftar untuk memudahkan proses penerimaan.

Dari kerja paruh waktu, pendapatn minimal yang bisa dikantongi sekitar JPY750 per jam untuk pekerjaan kasar seperti mencuci piring. Ada beberapa jenis pekerjaan yang tidak dibolehkan bagi siswa, yaitu jenis pekerjaan yang berkaitan dengan dunia hiburan seperti di bar, pachinko parlors dan sebagainya.

3. Bekerja Paruh Waktu di Kampus

Pihak kampus juga sewaktu-waktu menawarkan beberapa posisi seperti research assistant (RA), teaching assistant (TA), dan administrative assistant (AA). Untuk RA, hanya profesor yang memiliki kewenangan untuk memberikan research assistantship. Jadi, apabila berminat untuk menjadi RA, bisa menghubungi professor di lab masing-masing apakah ada lowongan untuk menjadi RA. Untuk TA, siswa harus minimal jenjang Master. Lowongan biasanya dibuka apabila professor yang mengajar suatu kelas membutuhkan TA. Umumnya, professor memilih siswa yang berasal dari lab nya sendiri untuk menjadi TA, jadi bersifat agak tertutup. Sedangkan yang terakhir, AA, lowongannya bersifat terbuka. Kita akan mendapat e-mail dari pihak kampus apabila kampus sedang membuka lowongannya. Akan ada seleksi seperti berkas dan wawancara selazimnya kerja paruh waktu yang lain.