Peringatan HUT RI ke-74 di Sendai

“Kini kuberjanji akan meneruskan perjuanganmu, pahlawanku!”

Dalam rangka merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74 tahun, kepengurusan PPI Sendai mengadakan acara yang bertakjuk “17an PPI sendai” bagi warga Indonesia di Sendai yang tidak bisa merasakan kemeriahan 17an di kampung halaman. Acara dimulai dengan senam bersama yang dipimpin oleh Ekky R. Priambodo. Gerakan “Maumere” berkolaborasi dengan dendangan musik berhasil membuat peserta bergoyang untuk memanaskan tubuh sebelum masuk keacara inti. Tak hanya itu, goyang “poco-poco” menjadi klimaks dari senam pagi. Terima kasih untuk mas Ekky yang sudah memandu. Kami warga PPIS akan kehilanganmu. (note: Ekky telah lulus S2 dan akan meninggalkan Sendai)

Acara dilanjutkan dengan upacara bendera sederhana. Upacara kali ini pemimpin upacara adalah Prastowo, pemegang bendera adalah Maulana, pembacaan Pancasila adalah shiddiq, pembukaan UUD 1945 adalah Amanda, pembacaan Proklamasi adalah Hilmi, dan pembawa acara adalah Vani. Lagu Indonesia Raya dinyanyikan bersama-sama oleh para peserta dipandu oleh Madihah sebagai dirigen. Upacara berjalan hikmat walaupun dengan keterbatasan pada proses pelaksanaannya.

Setelah upacara, acara selanjutnya adalah lomba untuk anak-anak. 

Anak-anak yang sudah menunggu dari pagi hari terlihat bersemangat dan antusias untuk mengikuti lomba.  Perlombaan yang diadakan adalah lomba makan kerupuk, lomba memasukkan sumpit ke botol, lomba memindahkan kacang hijau menggunakan sumpit, dan lomba memindahkan bola pingpong dengan sendok secara estafet. Lomba-lomba ini memiliki tujuan agar anak-anak dapat mengetahui lomba tradisional yang ada di Indonesia. Tak hanya anak-anak Indonesia yang terlibat, namun ada dua orang anak warga selain Indonesia juga ikut berpartisipasi dalam lomba ini.

Tak kalah seru dengan anak-anak, orang-orang dewasa pun mencicipi lomba tradisional seperti memasukkan sumpit ke botol, lomba makan kerupuk, dan gobak sodor. Untuk lomba memasukan sumpit ke botol, dilakukan oleh tim terdiri dari 3 orang sebagai pemain dan 1 orang sebagai pemandu. Dalam lomba ini terlihat peserta kesulitan untuk memasukkan sumpit, mereka tampak kelelahan dan kesabaran mereka diuji oleh lomba ini. Begitu pula untuk lomba makan kerupuk, pada kesempatan kali ini lomba diperuntukan bagi peserta perempuan karena peserta pria sedang mempersiapkan diri untuk lomba gobak sodor.

 

Lomba pamungkas pada kesempatan kali ini adalah lomba masak nasi goreng bagi bapak-bapak. Lomba ini diikuti oleh 5 tim yang telah mendaftarkan diri sebelumnya. Peserta dibebaskan untuk membawa bahan-bahan pelengkap agar nasi goreng mereka bisa menarik perhatian juri dan penonton. Juri pada kesempatan kali ini adalah Syarif husin yang kita kenal memiliki ilmu kuliner yang tidak bisa dipungkiri lagi kemahirannya. Tak hanya harus memasak, peserta juga harus memikirkan konsep dari masakkannya dan menjelaskan kepada dewan juri dan penonton. Setelah juri menimbang, menghitung, dan memutuskan, maka pemenang lomba masak nasi goreng tahun ini adalah “the Daddy`s”. urutan pemenang lomba masak nasi goreng bisa dilihati di foto dibawah.

Acara selanjutnya adalah makan-makan. Panitia telah menyiapkan nasi liwet beserta lauk pauk yang disajikan memanjang sepanjang kurang lebih 8 meter. Kemudian untuk memperindah hidangan, potongan timun disusun sedemikian rupa sehingga terbentuk tulisan “Dirgahayu Republik Indonesia ke-74”. Dikarenakan Lelah dan suhu yang panas diluar ruangan peserta pun dengan lahap mengkonsumsi sajian yang sudah tersedia setelah lomba selesai. Acara terakhir adalah pemberian hadiah kepada seluruh pemenang lomba 17 agustus 2019.

 

 

 

Leave a Reply